Archive

Archive for the ‘cultural’ Category

menjadi editor tamu di Internetworking Indonesia Journal

Tuesday, 20 December 2011 Leave a comment

Kira-kira pertengahan tahun lalu (2010), Chief Editor jurnal khusus Indonesia “Internetworking Indonesia Journal” (IIJ), pak Thomas Hardjono menghubungi saya. Beliau meminta saya menjadi anggota Technical Editorial Board. Sebuah undangan yang langsung saya sambut dengan antusias (selama ini menjadi reviewer di jurnal lain – mengapa tidak untuk jurnal berorientasi Indonesia? 🙂 ). Lantas tak lama, pak Thomas mengusulkan agar saya dan kolega baik saya, teh Merlyna Lim menjadi editor tamu untuk special issue di IIJ. Sebuah permintaan yang juga langsung saya dan Mer sanggupi.

Read more…

Advertisements

artikel di journal Foresight Rusia

Sunday, 30 October 2011 Leave a comment

Saya tak menyangka bahwa tulisan kolaborasi metodologis eksperimentatif menggabungkan Social Network Analysis ke dalam metodologi Foresight yang dimuat di Jurnal “foresight” tahun 2009 kini menjadi banyak didiskusikan. Saya dan co-author saya, Ozcan Saritas, diundang ke banyak konferensi dan seminar untuk mempresentasikan tulisan ini. Nampaknya ketertarikan (dan kritik) banyak orang pada tulisan tersebut terletak pada dua hal: (1) bagaimana kami ‘nekat’ menggabungkan kedua metode tersebut, dan/atau (2) data yang dan temuan yang ‘menghentak’ 🙂

Read more…

Masalah kota, masalah kita – rusuh kota, rusuh kita

Wednesday, 24 August 2011 6 comments

Menanggapi kerusuhan di Inggris -yang juga melanda kota dimana kami tinggal di Manchester- saya menulis catatan di bawah ini sebagai reaksi atas berbagai analisis yang gencar muncul di media. Catatan ini saya kirim ke harian Kompas 11 Agustus dan, setelah diedit sana-sini, dimuat tanggal 22 Agustus 2011 (silakan baca di sini). Sebelumnya, juga saya ‘kicau’kan di Twitter, yang diarsip rekan saya mas Suryaden di blognya (di sini).

Selamat menikmati catatan (yang lebih lengkap) ini – semoga berguna.

Read more…

krisis global tak berdampak ke TKI di inggris? yang bener aja …

Saturday, 7 February 2009 9 comments

siang sampai sore hari ini saya mendapat telepon dari tanah air beberapa kali. kalau tak salah hitung, ada 8 atau 9 kali, dari orang yang berbeda-beda dan dua diantaranya dari media massa. ada kemiripan semua isi telepon itu. awalnya, semua bertanya, “apa benar tak ada dampak krisis ekonomi saat ini di inggris?“. saya jawab, “tidak benar“. lalu saya tanya balik, “kenapa?” lalu dijawab, “kompas yang bilang itu“. saya menukas, “ngawur itu. sudah pasti kompas salah.” lalu ditanggapi lagi, “lha ini dari wawancara mereka yang bekerja di ingris kok“. lalu saya menukas lagi, “lha yang diwawancarai yang nggak ngerti situasinya.” lalu yang bikin saya shock, “lha bukannya kamu juga diwawancarai?”

Read more…

awal keruntuhan ..?

Thursday, 30 October 2008 1 comment

membaca berita hari ini tentang disahkannya undang-undang pornografi yang kontroversial oleh dpr, saya hanya bisa menundukkan kepala. setelah berbagai upaya, debat, hingga protes, tampaknya hanya segelintir wakil rakyat yang memahami duduk perkara uu pornografi ini – dan mereka pun tak sanggup menghentikan arus deras mayoritas dewan yang membutakan diri pada realitas bangsa majemuk ini.

Read more…

masih soal RUU pornografi

Wednesday, 17 September 2008 20 comments

di bawah ini statement KWI (konferensi waligereja indonesia) tentang RUU pornografi. saya catat di sini bukan karena saya seorang katolik 🙂 tetapi karena keprihatinan mendalam tentang diskursus pornografi yang kini sudah menjadi “kendaraan politik”.

Read more…

The Internet and mobilisation of direct action

Monday, 31 December 2007 1 comment

Among the strategic uses for the internet that Indonesian CSOs carry out is mobilising direct action. A salient example of this is the campaign against violation of human rights, forced disappearances, repression towards labourers and trade unions and campaigns for promoting gender equality, women’s rights, environment sustainability amongst others. The targets are typically government, companies and military bodies. In general, the campaign is performed by submitting an online protest on the web or circulating the issues through various mailing lists asking for support to pressurise government, parliament, military and/or companies to reconsider their actions. Read more…