Home > Uncategorized > semoga bangsa majemuk itu masih ada ..

semoga bangsa majemuk itu masih ada ..

Thursday, 30 October 2008 Leave a comment Go to comments

membaca berita hari ini tentang disahkannya undang-undang pornografi yang kontroversial oleh dpr, saya hanya bisa menundukkan kepala. setelah berbagai upaya, debat, hingga protes, tampaknya hanya segelintir wakil rakyat yang memahami duduk perkara uu pornografi ini – dan mereka pun tak sanggup menghentikan arus deras mayoritas dewan yang membutakan diri pada realitas bangsa majemuk ini.

[saya tak akan mengangkat lagi debat pro-kontra UU ini. sudah banyak di internet. cari sendiri🙂 ]

istri saya bertanya, “inikah tanda kemunduran kita sebagai bangsa?” barangkali dia benar. barangkali evolusi kita sebagai bangsa plural ini malah berjalan mundur. namun, barangkali ini justru membuka tabir realitas: mungkin memang baru di level ini tahap kedewasaan kita sebagai bangsa? bangsa yang tidak dewasa, kekanak-kanakan, infantil. bangsa yang lebih senang belajar dari kekangan-luar, bukan yang belajar dari kendali-diri-dari-dalam. setelah 60 tahun merdeka, rupanya bangsa ini tidak belajar menjadi dewasa dalam kemerdekaan itu.

saya tidak marah, tidak juga geram, dengan situasi ini. saya prihatin. dan kecewa. bangsa yang saya kagumi dan saya banggakan karena besar, toleran, majemuk … ternyata sekerdil ini.

perahu demokrasi di republik ini sudah dibajak. dengan cara-cara demokratis, namun tidak untuk tujuan yang demokratis. dan kita ‘silap’ melihat proses ini. gagap dan gelagapan menanggapinya. kalau tak waspada, tinggal selangkah kita sungguh-sungguh berucap salam “sayonara” pada bangsa besar dan majemuk warisan sriwijaya dan majapahit ini. dan kalau kita biarkan proses seperti uu-p ini terjadi lagi (percayalah, tinggal tunggu waktu gagasan-gagasan berbau sektarian semacam ini akan muncul lagi), tinggal sejengkal kita akan menyaksikan runtuhnya kebhinnekaan kita -dan barangkali awal keruntuhan keutuhan negeri kita.

negeri ini bukan negeri islam, bukan negeri kristen, bukan negeri hindu, bukan negeri budha. ini negeri bhinneka tunggal ika. kebhinnekaan itu yang menyatukan kita. kalau kebhinnekaan itu dipungkiri -atas nama apapun- kita memungkiri kesejatian bangsa dan negeri ini.

saya pribadi (dan keluarga saya) menolak pengesahan uu-p ini. karena ia melawan nilai hakiki kebhinnekaan itu dan mencampuri ruang privat warga negara. saya bisa memahami reaksi yang tengah terjadi di bali, papua dan penjuru lain tanah air ini. dan saya mendukung mereka. saya juga mendukung upaya banyak pihak yang langsung akan mulai membawa uu baru ini dalam proses judicial review di mahkamah konstitusi. ini akan menjadi proses panjang. tetapi memang harus dilakukan. tidak hanya untuk membatalkan uu-p ini, tetapi untuk mengingatkan kita bahwa demokrasi itu bukan sekedar soal cara dan proses, namun juga tujuan dan hasil.

mudah-mudahan keruntuhan bangsa besar dan majemuk ini masih bisa dicegah. mudah-mudahan penghuni republik ini lekas belajar dan dewasa. mudah-mudahan …

salam prihatin,
y

ps. seorang indonesianis, kawan baik saya di cambridge, sontak menelepon saya tadi siang ketika membaca berita pengesahan uu-p ini (kawan saya ini berkali-kali berusaha meyakinkan saya untuk tidak pulang ke indonesia seusai kontrak saya tahun depan nanti) tadi dia bilang, “nah, kini ada alasan bagimu untuk tidak pulang, kan? apa kamu mau anak-anakmu dibesarkan dalam budaya kerdil seperti itu?” saya balas, “
you made your point, mate” …🙂

pps. yang penasaran dengan gambar di atas, ya, itu “lingga” dan “yoni” representasi dari alat kelamin laki-laki (penis) dan perempuan (vagina). itu relief di gerbang masuk kompleks candi sukuh deket tawangmangu dekat daerah asal saya dulu. kalau diinterpretasikan picik, candi ini akan kena kategori “porno” menurut uu-p dan barangkali akan dirubuhkan.

Categories: Uncategorized
  1. Thursday, 30 October 2008 at 12:00 am

    yang penting indonesia bersatu,…bukan begitu pak,..

  2. Thursday, 30 October 2008 at 12:00 am

    Jadi pengen tahu lebih detail soal UU-P ini. Ada yg punya naskah lengkap UU ini? Ato linknya? Thanks….

  3. Thursday, 30 October 2008 at 12:00 am

    Maju mundurnya suatu bangsa memang harus melalui tahap-tahap yang menyakitkan bagi sebagian rakyatnya, terlebih yang minoritas. Selalu ada perjuangan, penderitaan, juga penindasan hak-hak manusia. Apa mungkin ini sedang kita alami, ya, Yan? Kita memang harus berjuang, karena inilah masa yang ditakdirkan untuk kita. Tidak ada pilihan… Semoga judicial review nanti membawa hasil yang lebih baik….

  4. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    ynugroho said: kawan saya ini berkali-kali berusaha meyakinkan saya untuk tidak pulang ke indonesia seusai kontrak saya tahun depan nanti

    kalau pun anda memutuskan untuk pulang akan ada banyak alasan untuk menyesal😀

  5. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    tapi kalau orang2 yang peduli malah ga ada di indonesia, apa indonesia ga semakin bobrok?-yk-

  6. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    ynugroho said: saya tidak marah, tidak juga geram, dengan situasi ini. saya prihatin. dan kecewa. bangsa yang saya kagumi dan saya banggakan karena besar, toleran, majemuk … ternyata sekerdil ini.

    Saya kira malah mas Yanuar yang harusnya bersikap lebih dewasa dan tidak meng’kerdil’kan pemikiran orang lain. Silahkan ikuti semua perdebatan yang ada (bukan hanya yang dari ‘kontra’ lho ya), juga alur pembahasannya, point-point mana yang menjadi masalah, de el el. Yang tidak pada tempatnya silahkan didebat, itu kan pointnya demokrasi? Kalau tidak puas dengan UU itu, mas Yanuar mengajak teman-teman lain untuk menggugatnya via mahkamah Konstitusi. Saya tahu kok ada UU yang dianulir di sana yang berasal dari gugatan warga masyarakat.Kalau kira-kira pandangan banyak orang lain itu adalah ‘kerdil’ ya silahkan saja tidak perlu pulang ke Indonesia mas. Mudah-mudahan orang di UK semuanya ‘raksasa’….he..he….

  7. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    ekohm said: yang penting indonesia bersatu

    iya .. mudah-mudahan ..😀

  8. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    masberry said: Ada yg punya naskah lengkap UU ini? Ato linknya?

    banyak di internet mas .. pak google pasti tahu ..🙂 – atau kalau tidak nemu juga setelah berusaha (berusaha betul lho mas!) japri saya. nanti saya kirim via email ..

  9. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    irasoesanto said: Maju mundurnya suatu bangsa memang harus melalui tahap-tahap yang menyakitkan

    capra sudah menulis ini (dalam “titik balik peradaban”). dan sebenarnya kalau mau, kita bisa belajar dari bangsa-bangsa yang lain agar kita tak perlu mengikuti “jalan penderitaan” itu. jepang dan korea, misalnya, belajar sangat cepat dari dinamika peradaban asia dan eropa dan -dalam hal-hal mendasar tertentu- berhasil memperpendek kurva belajar ini.

  10. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    sayapimaji said: kalau pun anda memutuskan untuk pulang akan ada banyak alasan untuk menyesal😀

    terlalu dini untuk menilai sekarang, mas ..🙂

  11. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    ykme said: tapi kalau orang2 yang peduli malah ga ada di indonesia, apa indonesia ga semakin bobrok?

    iya .. seperti halnya parlementer atau sistem politik kenegaraan lainnya, reformasi bisa didesakkan baik dari dalam maupun luar (parlemen, sistem, pemerintahan, negara, dll.)

  12. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    donowidiatmoko said: mengajak teman-teman lain untuk menggugatnya via mahkamah Konstitusi

    iya. seperti yang saya tulis, itu yang memang sekarang sedang dilakukan mas. kawan-kawan dari bali, papua, sulawesi utara, sebagian nusatenggara – juga kawan-kawan dari LSM yang bergerak di bidang HAM dan perempuan-anak serta beberapa partai politik sedang menyusun strategi uji-materi uu ini ke mahkamah konstitusi. proses ini pasti panjang. tapi mudah-mudahan menjadi bahan pembelajaran …

  13. Friday, 31 October 2008 at 12:00 am

    donowidiatmoko said: Kalau kira-kira pandangan banyak orang lain itu adalah ‘kerdil’ ya silahkan saja tidak perlu pulang ke Indonesia mas. Mudah-mudahan orang di UK semuanya ‘raksasa’….he..he….

    hehehee … lha siapa yang mau selamanya menetap di sini (UK) juga? tak ada nasi liwet, tak ada gudeg, tak ada nasi padang, bubur manado, arsik medan atau papeda irian … lebih baik tetap “bhinneka” daripada “raksasa”. soal ‘kerdil’ atau tidak itu kan semata soal pilihan dan kesadaran cara/tingkat berpikir … hehehehee …

  14. Saturday, 1 November 2008 at 12:00 am

    Memang memprihatinkan.😦

  15. Sunday, 2 November 2008 at 12:00 am

    ynugroho said: yang penasaran dengan gambar di atas, ya, itu “lingga” dan “yoni” representasi dari alat kelamin laki-laki (penis) dan perempuan (vagina). itu relief di gerbang masuk kompleks candi sukuh deket tawangmangu dekat daerah asal saya dulu. kalau diinterpretasikan picik, candi ini akan kena kategori “porno” menurut uu-p dan barangkali akan dirubuhkan.

    kalo ini harusnya masih dibolehkan karena memiliki nilai seni dan budaya (bab II, pasal 14).

  16. Monday, 3 November 2008 at 12:00 am

    sekarang-sekarang ini aku lagi seneng2nya baca komik mahabaratha dan lanjutan2nya. wah, jangan-jangan sebentar lagi komik2 kayak gini juga gak boleh beredar lagi yah? hikss…. (alasan yg gak penting, heheee….)

  17. Monday, 3 November 2008 at 12:00 am

    kalo saya mendukung RUU Pornografi ini. bukan karena saya seorang fundamentalis Islam, tetapi karena saya punya anak. Yang saya khawatirkan, tantangannya di era ‘gelontoran infomasi ‘ ini. Soal kekhawatiran , RUU ini akan berdampak pada budaya lokal (termasuk peninggalan Candi Sukuh), saya pikir berlebihan Kalau nggak mau dibilang islamphobia. Kerajaan islam di jawa (Demak,Mataram Islam), dulu tak juga menghancurkan candi2 itu.

  18. Monday, 3 November 2008 at 12:00 am

    amir13120 said: Yang saya khawatirkan, tantangannya di era ‘gelontoran infomasi ‘ ini.

    wah mas … seneng krungu saka njenengan. piye kabare .. suwe ora jamu ..🙂 nuwun catetane. aku juga punya (dua) anak. tapi aku merasa lebih baik membekali mereka dengan kedewasaan cara pikir dan sikap daripada aku “melepaskan tanggung jawabku” dan menyerahkannya pada negara. hehe .. tapi ya ini caraku berpikir. beberapa hari terakhir ini aku banyak kontak dengan kawan-kawan NU (dan sebagian kawan-kawan lama di JIL) dan kegelisahan yang sama ternyata juga terlontar. yah mudah-mudahan saja semua belajar jadi dewasa. soal candi sukuh. sekali lagi mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. yen ono wektu dan pas di solo/twmangu, coba njenengan ngobrol santai dengan pak juru kuncinya dan ojo kaget kalau beliau cerita blak-blakan soal apa yang belakangan terjadi (wis ah .. ndhak mengko menyebar sas-sus). jadi, itu bukan cuma kekhawatiranku thok …soal uu-p, tempo membuat liputan yang lumayan berimbang http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/11/03/HK/mbm.20081103.HK128657.id.htmlnuwun, nggih …🙂

  19. Monday, 3 November 2008 at 12:00 am

    ada sebuah pernyataan yang sangat menarik untuk saya pegang mas,bahwa seseorang yang tidak menyetujui UUPP ini, bukan berarti trus menyetujui pornografi kanitu yang seringkali menimbulkan salah pahamsehingga banyak orang yang akhirnya merasa harus bertanggung jawab untuk ikut menyetujui UU anti-PP inikarena nggak mau dibilang menyetujui pornografi pronoaksijadi poin saya ya kurang lebih sama dengan mas yanuarbatas pemahaman masyarakat yang hanya sebatas itu memang penyebabnya..kalo nggak A, berarti anda Z! itu!**prihatin**

  20. Monday, 3 November 2008 at 12:00 am

    ynugroho said: daripada aku “melepaskan tanggung jawabku” dan menyerahkannya pada negara.

    Yan , sekuat apa kita bisa membekali anak kita, kalau lingkungannya rusak? Kalau dengan prinsip itu, sekarang tak usah ada polisi, satpam, hansip, tapi masing-masing orang belajar ilmu beladiri, boleh juga memiliki senjata. Coba kamu jalan-jalan ke Thailand, , bagaimana kelakuan remaja-pemuda sana saat ini. Memprihatinkan..! Lihatlah bagaimana negara membiarkan wisata seks disana. Berapa penderita AIDS di Thailand? Thailand sangat longgar dalam membatasi pornografi, anda bisa beli majalah cabul di kios koran. Siapa yang membawa budaya seks bebas di Thailand? Apakah agama Budha disana? Tentu bukan…!Jangan kamu bandingkan dengan UK, US, negara barat lain, gak nyambung, karena kita bangsa timur, kecuali memang kau sudah tidak merasa sebagai bagian orang timur. Dalam ilmu pengetahuan negara barat memang maju, tetapi dalam masalah kemanusian, sosial, ntar dulu…siapa dulu yang menjajah bangsa2 Asia? Bagaimana UK bisa datang seenaknya ke India, Malaysia, Australia, Amerika kemudian mengaggahinya.

  21. Tuesday, 4 November 2008 at 12:00 am

    mas amir, justru di sini masalahnya. kalau persoalannya soal industri seks dalam pariwisata, ya atur dengan UU pariwisata. kalau masalahnya adalah eksploitasi anak dan perempuan, ya atur dalam UU perlindungan perempuan dan anak. tetapi “memayungi” semuanya dalam satu UU bernama UU pornografi itu dilematik. dalam UU pariwisata dan UU perlindungan anak dan perempuan jelas kriterianya. dalam UU pornografi kriterianya adalah kesopanan, kesantunan, moral. lha kesopanan siapa? kesantunan siapa? ukuran moral siapa? itu lho persoalan saya dengan UU ini. dalam gagasan-gagasan sosial politik, UU semacam ini bukan meng-elevasi, tapi malah men-degenerasi kedewasaan tata masyarakat. negara jelas perlu mengatur wilayah publik. tapi negara tidak berhak mengintervensi wilayah privat warganya -walau melalui UU- apalagi soal persepsi mengenai etika, moral, kesantunan dan kesopanan. nuwun.

  22. Tuesday, 4 November 2008 at 12:00 am

    dspratomo said: Memang memprihatinkan.😦

    semarang piye, tom?

  23. Tuesday, 4 November 2008 at 12:00 am

    retamuri said: sekarang-sekarang ini aku lagi seneng2nya baca komik mahabaratha dan lanjutan2nya

    sudah sampai mana, reta? bagian yang drupadi dijadikan taruhan pandawa main dadu sama kurawa itu?😉 kabarnya mau dijadikan film dibintangi si bintang AADC itu (siapa itu lupa namanya)? apa kabar suami dan anakmu?

  24. Tuesday, 4 November 2008 at 12:00 am

    cikicikicik said: bahwa seseorang yang tidak menyetujui UUPP ini,bukan berarti trus menyetujui pornografi kan

    lha ya jelas to ya mbak … gek sopo sing mendukung pornografi .. kecuali pancen gak waras .. hehehe .. tetapi menolak pornografi itu bukan semata-mata lantas mendukung UUP ini. itu sebentuk kenaifan yang lain, yang justru berpotensi menghancurkan keberagaman kita .. *prihatin juga*

  25. Tuesday, 4 November 2008 at 12:00 am

    ynugroho said: sudah sampai mana, reta? bagian yang drupadi dijadikan taruhan pandawa main dadu sama kurawa itu?😉 kabarnya mau dijadikan film dibintangi si bintang AADC itu (siapa itu lupa namanya)? apa kabar suami dan anakmu?

    sudah sampai selesainya perang barathayuda, bacanya ngebut, hihii… kabar suami dan anak baik-baik semua🙂 salam yah buat mbak ira, aruna dan nara!

  26. Wednesday, 12 November 2008 at 12:00 am

    donowidiatmoko said: Kalau kira-kira pandangan banyak orang lain itu adalah ‘kerdil’ ya silahkan saja tidak perlu pulang ke Indonesia mas. Mudah-mudahan orang di UK semuanya ‘raksasa’….he..he….

    walah-walah-walah … lha ini contoh pikiran kerdil lainnya.. no offence. tapi yang anda tulis itu dangkal sekali. salam kenal pak yanuar. senang masih ada orang waras di negeri ini. wassalam.

  27. Wednesday, 12 November 2008 at 12:00 am

    amir13120 said: Kerajaan islam di jawa (Demak,Mataram Islam), dulu tak juga menghancurkan candi2 itu.

    iya. dan tidak membuat aturan ambigu soal pornografi. itu bedanya.

  28. Wednesday, 12 November 2008 at 12:00 am

    amir13120 said: Jangan kamu bandingkan dengan UK, US, negara barat lain, gak nyambung, karena kita bangsa timur, kecuali memang kau sudah tidak merasa sebagai bagian orang timur. Dalam ilmu pengetahuan negara barat memang maju, tetapi dalam masalah kemanusian, sosial, ntar dulu…

    ini yang lebih ndak nyambung. jadi bangsa timur lebih tak bisa menahan nafsu dan karena itu butuh uu porno ini? jadi bangsa timur lebih rendah daya tahan mentalnya sehingga butuh uu yang membatasi perkembangan peradabannya? geblek amat. siapa bilang dalam pengetahuan bangsa barat lebih maju? siapa bilang dalam pengetahuan bangsa timur lebih maju? ndak nyambung. atau ndak mikir dulu anda sebelum nulis tanggapan ini?

  29. Thursday, 15 January 2009 at 12:00 am

    amir13120 said: Yan , sekuat apa kita bisa membekali anak kita, kalau lingkungannya rusak?

    I think a good mentality is not defined by how many rules that are bordering it. But mainly on what attitude we are perceiving it.Like it or not, with or without restricted rules, current mentality of our nation is already on the edge of a knife. Our nation had lost its character. Just look at nowadays teenagers. They are no longer knowing what is right or wrong. They hardly recognized what can be done or what can not be done. They do not have any idealism on how life should be. Is it the result of lack rules? I do not believe so.In contrast, I think all of principles and idealism that are developing in our country often contradict a lot with the practice of the being itself. Put it into extreme examples, people get married just to avoid sex, but invest no value in the commitment itself, then easily get divorce. Honesty values that been brought upwards, did not guarantee a small rate of corruption in Indonesia. Etc, etc.. All of these will only sending a confusing messages and vague ideas! In the end, all of the rules and principles that has been brought up in our culture is nothing more than an awful mixtures of hypocrisy.So I think, the answer does not lies on the rules, it lies on the attitude.I think this is a good time for us to grow up. We should realize that the world is big, and we will not only meet people from the same culture only. Each of us had a different roots on how perceiving things, and that is the key. We should realize that like it or not, we are part of a bigger culture. And to just let ourselves protected in our so-called cocoon, will not bring us any further.I remember one’s said.. that to feel content is to embracing the void. I think the same thing applies here. To have a good mentality is to learn how to be responsible to our own choices.I think this is the time for our nation to grow up. What we become is always on our own hand. Living in the protected cocoon or not, the decisions of the life will always depend on ourselves.cheers!tikaPs: to the birthday boy, Happy Birthday!!! No doubt, you will wiser by age. Best wishes!🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: