Home > Uncategorized > update tragedi …

update tragedi …

Friday, 28 December 2007 Leave a comment Go to comments

sekedar catatan singkat meng’update’ dua tragedi yang kebanyakan dari kita sudah tahu

1. terima kasih untuk ike puspita, seorang jurnalis muda dari koran joglosemar, yang mengupdate kabar terakhir tentang banjir solo dan tanah longsor di tawangmangu. silakan disimak di salah satu entry blog-nya berikut ini. menyedihkan. mari kita bawa para korban dalam doa kita

2. mari juga kita tundukkan kepala atas kekejian di pakistan yang merenggut jiwa seorang pendekar demokrasi benazir bhutto. di akhir tahun ini, mari kita bawa bangsa pakistan dalam doa dan renungan kita agar mereka tidak terpecah belah karena ancaman perang saudara makin kentara di negeri itu. bagaimanapun, mereka adalah tetangga kita.

saya tidak tahu apa yang tengah dipikirkan para pemimpin negeri kita di akhir tahun ini. tapi berbagai nestapa yang terjadi di dalam dan luar negeri, seharusnya menunjukkan arah yang jelas kemana keberpihakan mereka: (i) ke dalam: melindungi rakyat yang miskin dan menderita melalui model pembangunan yang partisipatif dan demokratis, dan bukannya pembangunan yang timpang; dan (ii) ke luar: mengambil inisiatif untuk lebih aktif mendesakkan agenda demokrasi dan perdamaian di asia yang mayoritas miskin, dan bukan sekedar mengiyakan agenda negara-negara maju atas nama “kemajuan” yang semu.

semoga tahun baru 2008 bisa kita lalui sebagai bangsa dengan laku-tindakan yang lebih mendalam, lebih bermakna, lebih bermartabat dan lebih manusiawi bukan saja sebagai warga dunia namun juga sebagai warga kemanusiaan itu sendiri.

selamat tahun baru.

ps. gambar banjir saya ambil dari blognya mas kris di sini, sedangkan gambar alm. benazir bhutto saya ambil dari wikipedia.

pps. terima kasih atas perhatian kawan-kawan melalui japri. ibu saya baik-baik saja. akhirnya saya bisa bicara langsung dengan beliau. memang STO di solo mati. listrik dan PAM juga mati. rumah gandekan kini dipakai sebagai dapur umum dan tempat penampungan beberapa keluarga di kampung yang terpaksa mengungsi karena terendam. kami sedang mengantisipasi kemungkinan wabah disentri, kolera dan tipus pasca banjir.

Categories: Uncategorized
  1. Friday, 28 December 2007 at 12:00 am

    setuju dengan renungannya mas yanuar…dan turut berduka dgn bencana banjir di solo…syukurlah kalo keluarga baik-baik saja…

  2. Friday, 28 December 2007 at 12:00 am

    semoga tahun depan semua kondisi bisa lebih baik ya mas….Tuhan selalu berkati…

  3. Friday, 28 December 2007 at 12:00 am

    mbak tita, terima kasih simpatinya. memang masih banyak “pe-er” kita sebagai bangsa kalau kita mau membangun “peradaban” yang mendasar .. selamat tahun baru. saya senang membaca perkembangan yang mbak tita tulis di blognya mbak tita. cuma saya tidak selalu bisa berkomentar karena tidak tahu mau komentar apa, kecuali mbatin “wah, asyik tenan yen saiki neng yogya …” (sayangnya tidak!)

  4. Friday, 28 December 2007 at 12:00 am

    berajasenja said: semoga tahun depan semua kondisi bisa lebih baik ya mas.

    iya ‘Njar. semoga tahun depan semuanya lebih baik … :-)selamat tahun baru ya ..

  5. Saturday, 29 December 2007 at 12:00 am

    mas yan, selamat tahun baru ya…eh sebelumnya met Natal juga hehehe…one more… profisiat atas suksesnya ujian tesisnya. Apalagi dengan nilai yang sangat memuaskan.. :-)selamat…selamat…selamat…

  6. Saturday, 29 December 2007 at 12:00 am

    ynugroho said: seharusnya menunjukkan arah yang jelas kemana keberpihakan mereka: (i) ke dalam: melindungi rakyat yang miskin dan menderita melalui model pembangunan yang partisipatif dan demokratis, dan bukannya pembangunan yang timpang; dan (ii) ke luar: mengambil inisiatif untuk lebih aktif mendesakkan agenda demokrasi dan perdamaian di asia yang mayoritas miskin, dan bukan sekedar mengiyakan agenda negara-negara maju atas nama “kemajuan” yang semu.

    I like this words

  7. Saturday, 29 December 2007 at 12:00 am

    Ora mudeng aku, nyowo kok kayane murah banget regane yo. Kapan ya kekerasan sirna……

  8. Sunday, 30 December 2007 at 12:00 am

    ynugroho said: memang masih banyak “pe-er” kita sebagai bangsa kalau kita mau membangun “peradaban” yang mendasar ..

    memang banyak pe-er kita mas.Masalahnya meski saya dan mas mengerjakan pe-er kita dengan baik, gimana ya caranya supaya bukan cuma kita doang yg ngerjain pe-er dengan baik. Gimana caranya “maksa”:- bu RT,- anggota dewan yang terhormat,- pak hakim dan oom jaksa,- bos pengusaha, – orang-orang di eksekutif,- ….- … ngerjain pe-er-mereka dengan baik?Ato itu pe-er Mas Yan dan dibantu kita2 juga ya buat maksa mereka ngerjain pe-er?CSO (Customer Service Officer), eh maksudnya Civil Society Organisation yg ngeliatin apakah rekan2 kita itu semua ngerjain pe-er mereka dengan baik.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: