Home > Uncategorized > “ngoprek”

“ngoprek”

Monday, 26 November 2007 Leave a comment Go to comments

seingat saya, terakhir kali saya “ngoprek” komputer itu 6 tahun yang lalu, ketika saya membuat penelitian MSc saya di manchester ini. saat itu saya ngoprek dengan phyton, perl dan mailman yang coba dijalankan dari PC dengan apache.

sepulang saya dari inggris tahun 2001 itu, saya tak pernah punya waktu untuk sungguh-sungguh ngoprek. paling-paling rekonfigurasi. hampir seluruh waktu saya tersita untuk pekerjaan di dunia gerakan sosial (BWI dan unisosdem), sebelum menikah dan mempersiapkan studi doktoral saya di inggris. ketika saya mulai ‘ngantor’ di PhD suite di universitas manchester tahun 2004, saya kira saya akan punya waktu untuk ngoprek lagi. apalagi sebagian proyek penelitian saya beririsan dengan area oprek-an ini. ternyata tidak. sampai saya selesai menulis thesis. sampai saya menyiapkan viva. hingga akhirnya akhir pekan kemarin.

saya upgrade laptop kuno saya, satellite pro M70. saya beli di ebay memory 2GB DDR untuk dual channel. dapat harga murah sekali GBP22. saya beli HD internal western digital scorpio WD2500BEVS juga di ebay. brand-new dan cuma GBP60 termasuk ongkos kirim (di toko, harganya masih di atas GBP140). ketika saya upgrade, saya berpikir untuk “pulang ke rumah” menggunakan linux. saya pakai M$Windows karena selain platform di luar M$ tidak disupport, banyak standar pekerjaan dengan komisi eropa (dimana saya terlibat) sangan M$ minded. very sad, isn’t it?

so, saya berpikir untuk menginstall dual OS di laptop karatan ini. tantangan pertama adalah mengkloning HD karena saya males menginstall ulang. si M$ ini ternyata memasang banyak jebakan sehingga tidak mungkin HD diclone 1:1, apalagi expansi proporsional (misalnya dengan true image). saya coba dengan TI, dengan XXClone, dengan HDClone, semuanya gagal karena “no operating systems”. sialan betul si bill gates ini (*grin*).

dari obrolan dengan dua pakar oprek, tahulah saya bahwa memang XP membuat sistem pencegahan penggandaan/duplikasi harddisk. jadi boot sectornya tidak bakal bisa dikopi, bahkan dengan program imaging sekalipun. satu-satunya jalan, setelah cloning 1:1, adalah merestorasi master boot record (MBR). tapi ini juga jadi masalah karena laptop ini waktu dibeli dulu tidak punya CD installer (preloaded). jadilah saya terpaksa mengekstrak CD installer secara manual menurut petunjuk di sini. setelah sukses meng-clone, saya perbaiki secara manual boot recordnya dengan CD itu dan jadilah HD baru 250GB ‘nangkring‘ dengan sukses di laptop kuno saya.

langkah berikutnya: menginstall linux-ubuntu di laptop saya. instalasi sistem operasi berjalan mulus. tetapi konfigurasinya tidak berhubung laptop saya ini sudah karatan. jadilah instalasi saya lakukan secara manual satu-per-satu dari command line via terminal. N A H …! baru saya sadari detik itu betapa saya sudah ketinggalan jauh sekali karena selama 3 tahun lebih tidak menggunakan dan mengikuti perkembangan linux. tapi saya nekat. saya lakukan saja instalasi ini semuanya sendiri -dan tentu dibantu internet. 12 jam persis saya “ngoprek” nyaris tanpa henti, sejak jumat jam 4 sore hingga sabtu dini hari jam 4 pagi.

jam 4 pagi itu saya puas karena dual OS sudah jalan mulus atas bantuan forum . HD scorpio itu saya belah tiga: 80GB NTFS untuk M$, 80GB EXT3 untuk linux-ubuntu dan 80GB FAT32 untuk data agar bisa diakses keduanya (saya benci bekerja dengan data redundan). saya “menceraikan” diri saya dari outlook express yang sudah saya pakai 3 tahun lebih ini dan saya kembali ke mozilla thunderbird. dengan mengubah secara manual setting di Local Folders, baik thunderbird yang diinstall di M$Win maupun di linux-ubuntu akan membaca file email yang sama. perfect.

sebenarnya saya tergoda untuk membuang seluruh M$ dari komputer saya, tetapi ada dua software yang saya belum menemukan padanannya di linux. satu, endnote. ini penting bagi saya karena membantu saya “mengurus” bibliografi ketika menulis artikel. memang ada BibTeX, tetapi saya sudah “kadung” punya lebih dari seribu limaratus entry bibliografi selama ini. jika saja data endnote ini bisa diimpor ke linux, satu masalah sudah akan berkurang. dua, latent gold. ini software untuk melakukan analisis statistik variabel laten. tak seperti stata yang punya versi linux-nya, LG tidak punya. ini yang repot, karena saya banyak memakai aplikasi ini. tetapi, jika satu saja dari dua masalah ini teratasi (i am looking forward to encountering endnote converter to BibTeX), saya kira saya akan buang M$. yang ada di kepala saya adalah memasang emulator seperti wine jika memang saya masih harus menggunakan LG. tapi itu jadwal “ngoprek” berikutnya.

jam 4 pagi itu, saya tersenyum ketika mau tidur. teringat pengalaman ketika kuliah di ITB dulu ngoprek di lab sampai pagi atau waktu MSc dulu mencari “bug” phyton berjam-jam sampai terbawa mimpi. ternyata “naluri” itu muncul lagi. and it was really fun. tapi juga berbahaya. apalagi menjelang viva seperti ini …

Categories: Uncategorized
  1. Monday, 26 November 2007 at 12:00 am

    ynugroho said: jam 4 pagi itu, saya tersenyum ketika mau tidur. teringat pengalaman ketika kuliah di ITB dulu ngoprek di lab sampai pagi atau waktu MSc dulu mencari “bug” phyton berjam-jam sampai terbawa mimpi. ternyata “naluri” itu muncul lagi. and it was really fun. tapi juga berbahaya. apalagi menjelang viva seperti ini …

    hehehehe bahaya laten adrenalin datang lagi ya mas? :-Dsaya nggak keberatan sama sekali lho kalo mas Yan mau ngoprek komputer saya *biarpun saya mengkerut alis tanda tak paham dengan bahasa2 diatas* hehe😀

  2. Tuesday, 27 November 2007 at 12:00 am

    wah…. bahaya memang…. yang namanya “ngoprek”, apapun itu, memang bikin ketagian (sesorean saya ngoprek sistem entertainment rumah nih — TV, DVD, speakers, recorder, dll, mau tersambung rapi dan compact). tapi ngga papa koq, biar ada pelampiasan :))

  3. Tuesday, 27 November 2007 at 12:00 am

    iya mbak wahida .. memang “berbahaya” … apalagi nanti kalau keluarga sudah balik ke sini lagi .. tapi, saya kira kalau ada anak-anak (dan ibunya), kayaknya keinginan “ngoprek” bisa diredam, kok … hehehee …

  4. Tuesday, 27 November 2007 at 12:00 am

    merlyna said: tapi ngga papa koq, biar ada pelampiasan :))

    you’re exactly right, mer. kayaknya aku memang lagi butuh pelampiasan, nih ..😉 semua rasanya sudah di ubun-ubun: kerjaan di kantor, mahasiswa-i yang manja, urusan komisi eropa yang cerewet dan ribet, urusan visa kerjaku yang belum kelar … ditambah lagi viva minggu depan! jadinya ngoprek terasa asyik … :-))

  5. Saturday, 1 December 2007 at 12:00 am

    Sip sip. Akhirnya ngelinux juga. Harusnya wong LSM kabeh pake opensource ya Mas Nug. Katanya anti hegemoni. He he he

  6. Saturday, 1 December 2007 at 12:00 am

    riza6315 said: Akhirnya ngelinux juga. Harusnya wong LSM kabeh pake opensource

    wah. sebenarnya saya sudah sejak dulu pakai linux mas. cuma di kampus saja linux tidak disupport jadi ya terpaksa harus manut .. (*grin*). nah setelah status student saya bakal habis kayak gini, saya berani nekat lagi .. (*hehehe*). soal yang kedua. setuju. memang sebaiknya begitu. biar konsisten dan konsekuen … :-))

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: