Home > Uncategorized > aruna dan aeroplane

aruna dan aeroplane

Monday, 10 September 2007 Leave a comment Go to comments

jam 10.00 pagi ini ira dan anak-anak beserta ibu mertua saya sudah bertolak ke indonesia. saya mengantar mereka ke bandara.

suasana ‘perpisahan’ nampaknya sudah dirasakan aruna, yang belakangan ini dekat sekali pada saya (maklum, biasanya dia dekat sekali pada ibunya). tiga-empat hari terakhir ini seringkali dia memeluk saya dan hanya ingin saya gendong. atau tiba-tiba menangis, terisak-isak dan berhenti ketika saya peluk. mungkin dia bisa merasakan …

itu yang membuat kami (saya dan ira) berpikir bagaimana caranya agar pagi ini dia tidak menangis di bandara. orang jawa punya cara: “ditilapke” — artinya ditinggal pergi ketika dia tidak tahu atau tidak sadar (i.e. saya menyelinap pergi sebelum mereka antri ke security check, dalam hal ini). tapi kami tidak mau berbohong kepada anak(-anak).

jadi ya saya lalu mencoba pamit ‘baik-baik’ dengan aruna. awalnya dia merengek -mau nangis. tapi lalu saya bilang, “aruna, nanti kita ketemu lagi. ayah akan ke pontianak nanti. jadi jangan menangis. kini kamu take care dik nara dan mommy, ya ..”

ajaib. dia berhenti merengek. lalu mau saya cium dan jalan bareng ibu-nenek dan adiknya ke security check row. lalu dia melambaikan tangannya dan bilang, “bye-bye ayah … see you again!“. ada yang bergemuruh di dalam dada saya. tapi saya tahan. saya tersenyum. “see you again, aruna!”. lalu dia dengan gayanya yang ceria jalan bersama ibu dan neneknya ke antrian security check.

saya bayangkan dia pasti excited naik pesawat. dulu ketika dia terbang pertamakali, umur 8 minggu ke indonesia, dia pasti sudah lupa semua pengalamannya. kini dia tahu bahwa dia mau terbang. setiap kali dia bermain di halaman/kebun, dia selalu melihat ke atas, dan kalau ada pesawat lewat membuat garis putih di langit biru manchester (sering sekali), dia teriak “ada aeroplane, ayah .. aeroplane! aruna mau naik aeroplane ke pontianak”.

well, ndhuk, semoga sekarang kamu nikmati perjalananmu ke pontianak di aeroplane, meski tanpa ayah. ayah janji nanti kita suatu hari naik aeroplane bersama-sama, ya … tentu juga dengan ibu dan dik nara ..

langit cerah pagi ini. dari kaca jendela kantor saya di lantai 7 di harold hankis building, saya memandang lepas ke arah airport — terlihat jelas pesawat lalu lalang, take-off dan landing. saya sudah tiba di kantor jam 09.30. sekitar jam 10.15 saya melihat ke horison dan ada pesawat pelan-pelan take-off. tentu tak kelihatan pesawat apa. tapi itu mungkin etihad yang dinaiki ira, aruna, nara dan ibu. saya berdoa semoga tuhan melindungi perjalanan mereka ke tanah air.

dalam hati saya berkata lirih, “bye-bye aruna. enjoy your flight. see you again!

Categories: Uncategorized
  1. Monday, 10 September 2007 at 12:00 am

    Semoga cepat bisa bersama lagi ya mas…

  2. Monday, 10 September 2007 at 12:00 am

    duh mas..saya terharu membacanya…diam-diam mas yanuar punya bakat menulis prosa juga ya….

  3. Monday, 10 September 2007 at 12:00 am

    mudah-mudahan perjuangan ayahnya Aruna cepat berbalas….

  4. Monday, 10 September 2007 at 12:00 am

    aruna anak yang pintar, dan memang anak2 sebenarnya lebih menerima perpisahan yang jujur daripada yang penuh siasat kebohongan… she WILL enjoy the flight mas!! (bayangin aruna yang tak henti berceloteh dan bertanya tentang apa saja yang terjadi selama di pesawat)🙂

  5. Monday, 10 September 2007 at 12:00 am

    ah, mengharukan sekali…. *speechless* mau komentar apa ya…..

  6. Monday, 10 September 2007 at 12:00 am

    Semoga cepat ketemu lagi ya….sukses deh untuk semuanya…

  7. Monday, 10 September 2007 at 12:00 am

    nanti aruna tulis email (baca: menyusun huruf) dari pontianak seperti yang ayah ajarkan di laptop ayah.

  8. Monday, 10 September 2007 at 12:00 am

    wah mas yan, so sweet jadi pengen punya anak…wuekekekekekeke *ngarep*

  9. Tuesday, 11 September 2007 at 12:00 am

    Aruna emang tangguh….

  10. Monday, 17 September 2007 at 12:00 am

    ketoke sing kudu ditilapke kowe kok Yan.. hehe. Suabarrr yo.. Gage dirampungna kuwajibane

  11. Monday, 1 October 2007 at 12:00 am

    iya buat apa susah…dibikin seneng saja, semboyan pramuka kan gitu (“susah itu tak ada gunanya”). anggap saja pemicu supaya cepat selesai urusan di sini biar segera bersama lagi…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: