Home > Uncategorized > makanan busuk di supermarket

makanan busuk di supermarket


membaca berita ini di BBC membuat saya muak. cari untung sih cari untung. itu hak semua pebisnis. tapi kalau cari untung caranya begini? jelas tidak bisa dibenarkan.

mungkin daripada rame-rame cari diskon di supermarket, lebih baik kita ikut “menghidupkan” lagi toko-toko dan warung-warung lokal (groceries). tak hanya berkaitan dengan isu revitalisasi kembali komunitas lokal yang makin lenyap ditelan globalisasi di sektor urban, tetapi kita juga tahu darimana makanan yang kita konsumsi itu berasal.

selasa malam ini, 22 mei 2007 jam 21.00, acara Whistleblower BBC One memaparkan dokumentari berita tersebut.

ps. gambar dari BBC

Categories: Uncategorized
  1. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    weekend lalu saya beli susu, eh baru 1 hari, yg buat anak2 untungnya masih bagus, yg buat saya sudah bau asem susunya…padahal expiry datenya sama and belinya bareng😦

  2. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    wah..wahh..gawatzzz…harus didemo tuh, mas..

  3. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    mirqee: itulah … kadang beginilah dilema tinggal di inggris. maunya ngirit (beli barang diskon, etc) jadinya malah sakit .. tapi kalau mau beli makanan sehat dan segar, harganya juga pricey. untung istri saya ‘bandel’. dia pilih membelanjakan uang lebih banyak untuk makanan sehat (organik, fairly traded, dari local groceries, dari farmers’ market) ketimbang untuk beli barang lain, misalnya baju, atau untuk jalan. saya dan anak(-anak) saya merasakan manfaat ke’bandel’an istri saya ini.

  4. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    iya mbak. kayaknya ini bakal jadi ‘amunisi’ untuk aktivitas gerakan konsumen di sini. tunggu saja …🙂

  5. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    Waduh mati aku mas, aku pelanggan setia 2 for 1 ASDA je…Bukannya murah meriah tapi murah modar nih ujung2nya.Thx for the info anyway, mending ke worldwide dah !

  6. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    balebegol said: Waduh mati aku mas, aku pelanggan setia 2 for 1 ASDA je…Bukannya murah meriah tapi murah modar nih ujung2nya.Thx for the info anyway, mending ke worldwide dah !

    dep, bukannya di deketmu sana (di seberang abdul’s, pas di depan taman grosvenor) selalu ada mang dan neng yang jualan sayur dan buah segar? beli di situ saja… dieman-eman uripmu. mengko ndhak ora isa mangan sega gudheg maneh …🙂

  7. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    wah, sama tuh…. saya juga disini suami suka heran, kok baru seminggu belanja udah tiris lagi…. lah blanjanya yg organic2 gitu kan emang lebih mahal, mana kadang saya suka beli yg weight watcher juga sih hehehe.Tapi nih deket daerah saya di supermarket korea, sayurannya jauh lebih fresh loh.

  8. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    ynugroho said: dep, bukannya di deketmu sana (di seberang abdul’s, pas di depan taman grosvenor) selalu ada mang dan neng yang jualan sayur dan buah segar? beli di situ saja… dieman-eman uripmu. mengko ndhak ora isa mangan sega gudheg maneh …🙂

    Lho mas, kalo sayur aku emang beli disana, nggo lodeh dkk, buah2nya juga ok (ok = murah)Tapi kalo daging, sumpah baca berita itu jadi agak males untuk beli daging di ASDA lagi…

  9. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    wah yan, aku baru liat programnya di bbc. ngeri yo… kalau local butcher gitu gimana ya. di deket rumah ada butcher, tapi ga organic.padahal baru2 ini ada sainsbury gede baru buka di town center dan kita sering ke sana. lek waitrose gimana ya, dulu sih sebelum sainsbury buka kita belanjanya di waitrose..

  10. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    waduhh…mduah2an aku selalu sehat, karena terus terang suka belanja yg murmer gitu😀

  11. Wednesday, 23 May 2007 at 12:00 am

    Kenapa nggak di-sue aja ke pengadilan? Biar sampe bangkrut sekalian… Kalau bangkrut kan nanti bisa tersedia ruang buat berkembangnya supermarket-supermarket baru yang lebih concern terhadap harga DAN kualitas barang dagangannya. Hidup hanya bisa muncul kalau ada yang mati.

  12. Wednesday, 23 May 2007 at 12:00 am

    isdiana said: kalau local butcher gitu gimana ya. di deket rumah ada butcher, tapi ga organic.

    din, kupikir memang local butcher –secara umum– lebih baik daripada toko gede. karena local butcher main dengan skala ekonomi kecil-menengah dan akibatnya risiko ekonominya juga tidak segede toko besar yang lalu harus cari cara ini-itu untuk mempertahankan margin labanya. selama ini sih kami mencoba sebisa mungkin ke local butcher. kecuali kalau mau mengundang kawan-kawan muslim untuk makan di rumah, kami harus beli daging halal. untuk itu ya kami terpaksa ke toko seperti worldwide (supermarket halal). padahal, jujur saja, aku lebih tidak yakin terhadap hygiene mereka (wong lihat dengan mata kepala sendiri di worldwide dekat rumah bagaimana mereka load dan unload daging itu pagi-pagi). halal sih mungkin halal, tapi dari segi hygiene, endak yakin lah. karena itu pilihan lainnya ya kembali ke toko daging halal yang lebih kecil. misalnya midway. istriku punya cara mengetes bersih-tidaknya daging (selain melihat apakah bulunya masih nempel .. hihihiiii). direbus. lihat air rebusan pertama. kalau buihnya banyak dan berwarna gelap, berarti kotor. dan dugaan kami terbukti. semua daging dari worldwide rebusan pertamanya buihnya minta ampun. daging dari midway jauh lebih bersih.jangan khawatir, sup kambing yang kemarin kamu makan di rumah itu dari midway … hahahahaa …

  13. Wednesday, 23 May 2007 at 12:00 am

    bluesea7 said: karena terus terang suka belanja yg murmer gitu

    selain murmer harus satu kriteria lagi, by. sehat. sukur-sukur fairly traded .. hehe ..

  14. Wednesday, 23 May 2007 at 12:00 am

    hotradero said: Kenapa nggak di-sue aja ke pengadilan? Biar sampe bangkrut sekalian… Kalau bangkrut kan nanti bisa tersedia ruang buat berkembangnya supermarket-supermarket baru yang lebih concern terhadap harga DAN kualitas barang dagangannya. Hidup hanya bisa muncul kalau ada yang mati.

    bang poltak, saya ndak tahu bagaimana kelanjutan asosiasi konsumen di sini. mungkin beritanya akan muncul di BBC dalam waktu dekat. karena komentar setelah acara ditayangkan semalam itu sangat rame (di koran lokal siang ini misalnya).soal “hidup hanya bisa muncul kalau ada yang mati”, bisa jadi benar dalam domain ekonomi, terutama yang mainstream. tapi apa iya semua gagasan ekonomi itu sifatnya zero-sum game? apakah tidak ada pendekatan yang lain ya bang? ada ide?

  15. Wednesday, 23 May 2007 at 12:00 am

    ynugroho said: soal “hidup hanya bisa muncul kalau ada yang mati”, bisa jadi benar dalam domain ekonomi

    Mas Yanuar, ekonomi itu justru positive-sum game. Buktinya? Kehidupan manusia biasa di masa ini jauh lebih baik bahkan dibanding kaum elite di masa lalu. Kita sekarang kencing di atas keramik – padahal dulu itu tempat minum khusus bangsawan dan kaisar.Soal ruang bagi hidup & mati — saya perolehnya justru dari Bhagavad Gita dan Joseph Schumpeter (“Creative Destruction”). Kalau tumbuhan, ayam, sapi, dan kambing nggak mati (dan diolah jadi makanan) — ya saya nggak mungkin hidup. Hidup saya adalah utang pada yang mati atas ruang yang mereka sediakan. Tentunya nanti juga ada giliran saya…NB: Dan sama seperti ciptaan manusia lainnya (peradaban, kota, negara, dll) — tujuan hidup sebuah perusahaan adalah: mati. Manfaatnya? Supaya muncul yang lebih baik.

  16. Wednesday, 23 May 2007 at 12:00 am

    hotradero said: Soal ruang bagi hidup & mati — saya perolehnya justru dari Bhagavad Gita dan Joseph Schumpeter (“Creative Destruction”)

    Bang Poltak, yang bhagavad gita saya tidak mengira anda merujuk ke sana. kalau schumpeter, sudah saya duga .. hehe .. meski tetap saja saya takjub dengan arah refleksi anda. ngomong-omong soal schumpeter, ada project besar di EU (framework 7) yang kini mencari-cari terobosan di area inovasi karena dirasa pendekatan saat ini (yang berbasis amat kuat pada inovasi di atas gagasan schumpeterian) mandeg karena dipandang tidak mampu mengatasi persoalan abad ini (kemiskinan, kehancuran lingkungan, dll.). saya kebetulan terlibat dalam salah satu riset kecilnya (as part of mencari makan di sini). riset itu diberi tagline “society-driven innovation” — as opposed to technology-push atau market-pull innovation. tapi saat ini semuanya masih gelap gulita dengan konsep ini.so, kalau nanti saya agustus jadi dua hari mampir jakarta dan waktu kita bisa pas, mau ngopi bareng dan berdiskusi soal ini? saya ingin dapat insight dari anda.

  17. Wednesday, 23 May 2007 at 12:00 am

    ynugroho said: Bang Poltak, yang bhagavad gita saya tidak mengira anda merujuk ke sana.

    Mas Yanuar, saya baca lagi Bhagavad Gita setelah membaca “Antasena dan Antareja dan Jalan Kematian Ksatria” – buku novel baru terbitan Yogya. Lumayan bagus, buat yang suka cerita wayang. Benang merahnya: Tugas manusia itu adalah mati. (akan jadi kontradiktif dengan obsesi manusia modern untuk hidup selama mungkin…)Tentang inovasi tentu saya tertarik untuk mendiskusikannya.

  18. Tuesday, 26 June 2007 at 12:00 am

    Aku pecinta open market dan groceries Mas :-)Lebih segar soalnya sayur2nya😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: