Home > Uncategorized > harga yang harus dibayar …

harga yang harus dibayar …

hari ini, jumat 18 mei 2007 jam 12.30 saya ‘disidang’ oleh external advisor, Prof. Philippe Laredo didampingi supervisor saya Prof. Ian Miles dan Dr. Lawrence Green (google-lah mereka). jam 15.00 saya keluar ruang sidang dengan perasaan yang masih susah saya pilah-pilah (memang saya sering dikritik sebagai “manusia tanpa rasa” hehe..)

apa yang terjadi di ruang sidang itu?

sebenarnya sederhana. hari ini saya memperesentasikan temuan-temuan dalam riset doktoral saya yang saya mulai sejak september 2004. lalu saya juga memaparkan apa(-apa saja) yang saya rencanakan sebelum final submission pada panel terhormat itu. panel menerima pekerjaan saya, kemudian memberi masukan ini-itu-bla-bla-bla. tanggal submisi ditetapkan, form laporan 3rd year review ditandatangani. dan selesai. saya diminta untuk mendaftar ulang besok juli dan memperpanjang visa student bulan oktober.

mengingat ini adalah 3rd year review yang jadi ‘momok’ mahasiswa doktoral di research centre di sini (beberapa dinyatakan downgrade ke MPhil, mayoritas dinyatakan masih harus menyelesaikan fieldwork, banyak dinyatakan masih harus memperbaiki kerangka pikir, sedikit dinyatakan gugur), seharusnya saya happy dengan hasil ini. tapi kok saya malah tidak begitu antusias … mengapa?

sementara saya sendiri sering ragu, kedua supervisor saya malah selama ini sangat yakin bahwa saya bisa menyelesaikan PhD saya dan memecah rekor baru di universitas manchester ini dengan submission dalam 2 tahun 9 bulan – yakni besok juli. jujur saja, saya tidak begitu peduli dengan soal rekor ini. yang ada di kepala saya, sebelum si anak kedua mbrojol, saya sudah harus nulis sebanyak mungkin. karena, dari pengalaman lahirnya anak pertama, setelah kelahiran saya harus siap melupakan PhD selama setidaknya sebulan. kini memang ibu mertua akan hadir (mudah-mudahan visa beliau lolos) dan membantu, tapi tetap saja saya ingin menulis sebanyak mungkin.

tapi ya mosok supervisor saya sudah sebegitu antusiasnya tapi saya malah tidak semangat untuk memecahkan rekor? karena itulah, sampai awal bulan ini, saya juga mulai meyakinkan diri saya sendiri untuk mencoba submit besok juli. delapan bab sudah selesai di-draft. dan itu yang saya presentasikan kepada external advisor yang tinggi besar dan bercambang yang terbang dari paris hanya untuk mereview pekerjaan saya (beliau menjadi reviewer saya sejak tahun lalu).

hasilnya, menurut panel, apa yang saya kerjakan itu ‘bagus’ (tidak GR-lho). tapi masih bisa jauh lebih bagus lagi. sayaratnya, time constraint harus dibuang. jadi, gampangnya, kalau mau thesis saya lebih bagus, saya tak bisa submit juli dan memecahkan rekor. saya diproyeksikan bisa submit september, yang berarti tepat tiga tahun (yang menurut pak advisor sudah sangat bagus, karena rata-rata mahasiswa yang mengambil riset doktoral interdisiplin seperti saya ini lulus/selesai PhD 4, 4.5 atau 5 tahun).

sebenarnya saya sih bebas untuk mengatakan “ya” atau “tidak” dengan ‘tantangan’ ini. kalau saya bilang ‘tidak’, berarti saya seperti semula akan tetap submit juli, dengan PhD yang (katanya) bagus. kalau saya bilang ‘ya’, berarti saya akan submit september, dengan PhD yang (semoga) lebih bagus. karena saya benci lari dari tantangan, saya bilang “ya” dengan gagah berani di depan panel …

keluar dari ruangan sidang, saya jadi mikir banyak. apakah ‘worth‘ saya menerima ‘tantangan’ ini? apakah ini menunjukkan egoisnya saya dan tidak mikir keluarga yang selama ini mendukung saya, kawan-kolega aktivis di Indonesia yang mengharapkan saya segera pulang dan terjun ke dunia aktivitas gerakan sosial lagi?

well, ini tantangan kedua sebenarnya. bulan desember yang lalu, saya ditantang oleh pak advisor yang sama untuk menulis thesis dalam format yang ‘tidak biasa’. maksudnya, saya ditantang untuk tidak menulis thesis saya dalam format yang baku di inggris ini (pendahuluan, konteks, literatur, metodologi, temuan 1 s.d. n, diskusi, kesimpulan). melainkan, ditulis dalam gaya ‘kumpulan artikel’, yaitu pendahuluan, review1, review2, kritik metodologi, temuan1, temuan 2, temuan 3, temuan 4, implikasi teoretis dan kesimpulan — dimana review, kritik metode dan temuan bukanlah usual functional chapters, melainkan stand alone articles. tujuannya, agar PhD thesis saya ini bisa segera dipublikasikan.

tantangan pertama itu saya terima (juga dengan gagah berani ..). akibatnya, thesis saya yang sebenarnya bisa selesai bulan april 2007 kemarin (bayangin, 2 tahun 6 bulan – lebih cepat lagi) jadi molor karena ‘restrukturisasi’ ini. dan molornya sebenarnya ya cuma ke 2 tahun 9 bulan ini. tapi karena kini saya terima tantangan kedua ini, jadi 3 tahun, deh …

mungkinkah ini harga yang harus saya bayar karena mau thesis saya lebih baik? saya belum bicara dengan istri saya soal ini. idealnya, memang sebelum saya bilang “ya” atau “tidak” ketika menjawab tantangan tadi, saya harus bicarakan semua kemungkinannya dengan keluarga saya. karena PhD bagi mahasiswa yang sudah berkeluarga seperti saya ini kan bukan semata keputusan individual (atau egoistik). tapi ya karena panel meminta menjawab seketika itu juga, dan karena saya juga tidak mau (gengsi? hehe..) jadi pecundang menghadapi tantangan, saya jawab “ya” dengan tegas dan gagah berani . well … kini keputusan sudah diambil. tinggal menghitung semua konsekuensinya.

memang sih, soal finansial, sampai dengan submisi final, semoga tidak ada masalah. beasiswa saya memang sudah habis. tapi syukurlah saya mendapat grant dari sebuah organisasi di swiss-belanda untuk writing up. selain itu pekerjaan saya di kampus sebagai asisten profesor saya juga terus diperpanjang sampai (kata profesor saya) sesuka saya. dari kedua sumber ini, keluarga saya bertahan hidup. dan ini juga yang dikatakan profesor saya tadi, bahwa walau rekor gagal dipecah, thesis saya bisa jadi model di research centre di school ini dan saya tetap bisa survive meski minimum. namun, bukankah ini bukan hanya soal uang?

entahlah. perasaan dan pikiran saya masih campur aduk saat ini …

selamat berakhir pekan!

ps. gambar dari sini.

Categories: Uncategorized
  1. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    Wis dilakoni wae. Kadang dadi wong Jowo sing pasrah sumeleh malah luwih tentrem. Aku bukang menggemboskan semangat lho ya, cuma memberi alternatif supaya nggak grusa-grusu, nggak panik dsb. Selamat bekerja dan sukses ya….

  2. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    matur nuwun, mbak ..πŸ™‚

  3. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    iya yan, semangat 45. la kamu dari dulu kan memang rada2 perfeksionis. ga puas kalau cuman bagus. sudah jauh2 dan susah2 yan, kalau hasilnya bagus buanget kan all really worthwhile to..

  4. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    Whuaaaaaaaaaaaa, hebaaaaaaat! Selamat yo Mas :-)Mas, background ku sosiologinya lemah niy, maklum dulu di IAIN jurusan Syari’ah, jadi gak begitu bersentuhan dengan yg begitu2an, huhuhuhu, boleh liat draft metodologinya Mas gak? Punyaku qualitatif Mas, kalo sama, aku mau berguru karo jenengan ^_^

  5. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    imazahra said: boleh liat draft metodologinya Mas gak? Punyaku qualitatif Mas, kalo sama, aku mau berguru karo jenengan

    ima,kalau cuma dilihat sih boleh saja… hehe .. tapi …(1) kamu ke manchester. soalnya aku tidak berani kirim chapter yang belum beres ini. (2) aku pakai triangulasi. aku gunakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. jadi untuk tiap satu pertanyaan riset, aku pakai satu metodologi tertentu. misalnya, untuk mengkaji pola, aku pakai survey; untuk mengkaji jaringan, aku pakai social network analysis; untuk mengkaji implementasi, aku pakai studi kasus dari in-depth interview; untuk mengkaji implikasi, aku pakai refleksi dari workshop.piye? kalau berminat berdiskusi, ayo tetapkan tanggal. kita bisa ketemu di manchester dan mendiskusikan soal metodologi ini.

  6. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    isdiana said: la kamu dari dulu kan memang rada2 perfeksionis. ga puas kalau cuman bagus.

    ini tuduhan kejam …. :-)) entah perfeksionis entah tidak, yang jelas PhD memang benar-benar bikin Permanent head Damage … bersyukurlah yang tidak ambil PhD dan karenanya tetap waras …πŸ™‚

  7. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    ynugroho said: kalau cuma dilihat sih boleh saja… hehe .. tapi …(1) kamu ke manchester. soalnya aku tidak berani kirim chapter yang belum beres ini.(2) aku pakai triangulasi. aku gunakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. jadi untuk tiap satu pertanyaan riset, aku pakai satu metodologi tertentu. misalnya, untuk mengkaji pola, aku pakai survey; untuk mengkaji jaringan, aku pakai social network analysis; untuk mengkaji implementasi, aku pakai studi kasus dari in-depth interview; untuk mengkaji implikasi, aku pakai refleksi dari workshop.piye? kalau berminat berdiskusi, ayo tetapkan tanggal. kita bisa ketemu di manchester dan mendiskusikan soal metodologi ini.

    Oooooooooooooooh, gitu ya Mas, hem, hem hem… ada benernya juga ya :-DSoalnya semula si prof ku keukeuh sumekeh nyaranin qualitative murni berbasis etnography dan feminisme. Hem hem…!Mau banget ke Manchy Mas, duh, kapan yak??? Minggu depan bisa gak Mas???Aku kesulitannya itu mengaplikasikan sekaligus me-link-kan literature review/ground theory ke dalam methodology, huhuhu T_TKemarin siy batal ikutan training menulis itu ^_^Mau aku Mas maen ke Manchy lagiπŸ˜€

  8. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    mas-mas…boleh liat isi kepala mas nggak? hihi… hebat euy, nggak cape2 kuliahaku selalu terkagum2 dan penasaran dng isi kepala orang2 serajin & segiat mas, mungkin volumenya lbh dari isi kepalaku ya? hihi…

  9. Friday, 18 May 2007 at 12:00 am

    the best thesis is a done one. jadi ngga masalah, mau juli, september, asal kamu merasa “selesai” dan tidak menyesali-nya. dan karena sudah menyanggupi untuk september, nikmati saja. teman2 di indonesia pasti mengerti…i know you don’t need good luck, because you are more than capable, but let me wish you “Good Luck” anywayπŸ™‚ cannot wait to read your stuff…. — and to meet you again in KL!

  10. Saturday, 19 May 2007 at 12:00 am

    merlyna said: i know you don’t need good luck, because you are more than capable, but let me wish you “Good Luck” anyway :)cannot wait to read your stuff…. — and to meet you again in KL!

    don’t need good luck? this is another ‘cruel’ accusation ..😦 but thanks a bunch for your ‘good luck’…πŸ™‚. on ‘the stuff’ — i’m preparing it … hopefully it worths the prep. cannot wait to talk to you again in KL, too … (if hivos agrees to sponsor me … decision next week!)

  11. Saturday, 19 May 2007 at 12:00 am

    anjar …. wah, berarti kita saling mengagumi, dong …πŸ™‚ jangan begitu lah. lha kirain apa aku (dan banyak pembaca novelmu) tidak kagum sama kamu yang sangat produktif menulis novel dan buku?πŸ˜‰ oya, aku mungkin (mungkin, lho!) akan dua hari di bandung (6-7 agt), ikut konferensi di ITB. mau ketemuan? di ‘tempat kenangan’ di GEMA?πŸ™‚ … mungkin disitu kita bisa saling lihat isi kepala kita masing-masing … heheheheee …

  12. Saturday, 19 May 2007 at 12:00 am

    imazahra said: Minggu depan bisa gak Mas???

    maaf baru balas. aku baru ngecek ulang jadwalku. aku dua weekend ke depan sudah punya janji dan komitmen. kecuali kamu datang pas weekday dan kita bisa alokasikan waktu diskusi di kantorku di kampus, bisa saja. if that’s the case, hari rabu adalah alternatif terbaik. jam 1-2 selalu ada acara reboan (ketemuan mahasiswa indonesia untuk diskusi studi). kamu bisa ikut acara itu dan kita sambung diskusi sampai jam 4. atau, ketemu di nottingham. kalau kamu tidak ikut acara olahraga, kita bisa diskusi sejak pagi sampai sebelum acara pesta rakyat. lumayan itu, ada 2-3 jam.piye? koordinasi lanjut via email ya.

  13. Saturday, 19 May 2007 at 12:00 am

    wahhh. hebat..semoga lancar..good luck..

  14. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    bluesea7 said: wahhh. hebat..semoga lancar..good luck..

    abby, kukira tak ada yang “hebat” atau “tidak hebat”. itu cuma ilusi manusiawi. but thanks untuk “good luck”-nya … this is what i desperately need right now …πŸ™‚

  15. Tuesday, 22 May 2007 at 12:00 am

    hehehe…mungkin aku terlalu ekspresif tapi tak menemukan kata yang tepat..jadi beginilah..anyway, i am glad to hear that..hopefuly my husband can finish soon..:D

  16. Thursday, 24 May 2007 at 12:00 am

    Pilihan berani yang patut ditiru. Maju terus …. dan kayaknya memang patut di-iya-ni kok mas.

  17. Saturday, 26 May 2007 at 12:00 am

    ynugroho said: anjar …. wah, berarti kita saling mengagumi, dong …πŸ™‚ jangan begitu lah. lha kirain apa aku (dan banyak pembaca novelmu) tidak kagum sama kamu yang sangat produktif menulis novel dan buku?πŸ˜‰ oya, aku mungkin (mungkin, lho!) akan dua hari di bandung (6-7 agt), ikut konferensi di ITB. mau ketemuan? di ‘tempat kenangan’ di GEMA?πŸ™‚ … mungkin disitu kita bisa saling lihat isi kepala kita masing-masing … heheheheee …

    boleh bangeddd mas….nti kita tuker2an info langsung dari kepala masing2 yaa…hehe…aku tunggu banget yaaaaGBU

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: