Termenung: CSO dan demokratisasi

Wednesday, 25 January 2006 Leave a comment Go to comments

Catatan penelitian

Hari-hari ini, saya sering menjadi termangu menatap gambar-gambar ini, yang adalah temuan sementara dari studi saya tentang dinamika organisasi masyarakat sipil (CSO) di Indonesia (dibuat dengan bantuan Bang Gindo).

Gambar pertama adalah dinamika CSO di Indonesia dalam 4 periodisasi (sebelum 1995, 1995-1998, 1999-2002, 2003 dan setelahnya) – Bagaimana jaringan antar CSO di Indonesia berkembang. Ini dia …


Gambar 1. Dinamika CSO di Indonesia

Gambar kedua adalah dinamika jaringan CSO di Indonesia dengan partner internasionalnya (Global CSO) – juga dalam 4 periodisasi yang sama. Lihatlah bagaimana jaringan itu berkembang …

Gambar 2. Dinamika Jaringan Internasional CSO di Indonesia

Ruwet, kan? Nah, saya juga pikir demikian. Maka, lagi-lagi dibantu Bang Gindo saya “preteli” jaringan internasional itu menjadi dua bagian kasar.

Pertama adalah bagaimana CSO-CSO di Indonesia mengembangkan jaringannya dengan donor. Lihatlah dalam empat periode tersebut di atas (ki-ka).

Gambar 3. Dinamika Hubungan CSO di Indonesia dengan donornya

Selanjutnya adalah jaringan CSO di Indonesia dengan organisasi-organisasi yang menyebut dirinya ‘Global CSO’. Ini gambar bagaimana jaringan itu berkembang.

Gambar 4. Dinamika Hubungan CSO di Indonesia dengan Global CSO

Catatan: sebenarnya saya punya versi animasinya. Jadi anda bisa melihat secara visual bagaimana jaringan-jaringan ini ‘tumbuh’. Celakanya –sudah saya coba– blogspot sialan ini tidak bisa menampilkan animasi itu (dalam gif) — apa Anda tahu caranya?

 

Banyak hal berkelebat di kepala saya menatap gambar-gambar ini. Yang segera menyeruak adalah jelas sekali jaringan CSO (baik antar CSO di Indonesia maupun dengan jaringan internasional) berkembang sangat pesat sejak 1999. Jelasnya sejak Suharto jatuh. Bagi jaringan-jaringan CSO Indonesia, mungkin penjelasannya lebih mudah (mis. tumbangnya rejim otoritarian, demokratisasi, dll. dll. — masih perlu dieksplorasi juga). Tapi bagaimana menjelaskan dinamika jaringan CSO di Indonesia dengan donor dan global CSO?Saya mau lugas saja bilang: para donor dan global CSO itu “cari aman”. Mereka baru rame-rame menyerbu masuk ke Indonesia setelah Suharto jatuh, setelah rejim otoritarian tumbang, setelah tidak ada lagi yang dikejar-tangkap-bunuh, setelah semuanya aman (Lihatlah gambar 2, 3 dan 4 di atas. Jaringan itu baru “rame” setelah 1999). Padahal, klaim yang bergema di jurnal-jurnal internasional bilang bahwa global CSO lah (dan donor!) yang ikut mendorong proses demokratisasi di Indonesia.

Hmmm … mungkin saja saya terburu-buru menyimpulkan? Terburu-buru menuduh? Bisa saja. Tapi setidaknya dari survey saya ke 240 CSO di Indonesia dan mewawancara 30 pimpinan CSO di Indonesia dalam 4 bulan terakhir ini, tuduhan saya itu mendapatkan konfirmasi.

Kepala saya terus berputar: faktor apa saja yang menyebabkan jaringan-jaringan itu berkembang? Apa saja hal yang menentukan satu CSO untuk berjaringan atau untuk tidak berjaringan dengan CSO lain? dengan donor lain? dengan global CSO lain? Yang utopis akan mengatakan “semuanya ini berhubungan — ini semua adalah gambar besar dari sebuah gerakan sosial baru (new social movement)“. Yang skeptis akan bilang “tak ada itu gagasan gerakan sosial baru. ini hanya hasil dari upaya-upaya oportunistik“.

Saya tahu saya sedang mencoba meneliti dan berjarak dengan yang saya teliti. Celakanya, saya sendiri adalah bagian dari apa yang saya teliti itu. Maka dari itu, saya sangat menghargai upaya Bang Gindo untuk menjernihkan ini dengan jalan bertanya dan bertanya, sebagaimana Anda bisa baca dalam catatannya di sini.

Saya sendiri akan segera ke Indonesia. Mau bertemu kawan-kawan yang ada di gambar saya itu. Saya akan bikin 3 lokakarya di Jakarta-Surabaya-Yogya dan kelompok diskusi terarah di Aceh. Jika poundsterling saya masih cukup, saya mau ke Jayapura melakukan hal yang sama. Mungkin juga ke Pontianak bertemu kawan-kawan gerakan di sana sekalian menengok mertua.

Itu saja dulu.

About these ads
  1. Mer
    Thursday, 26 January 2006 at 7:39 pm | #1

    impressive! gambar2nya cool. aku ngga komentar panjang2 di sini ya, nanti aja kalo aku pingin aku email kamu.
    btw, mungkin u/ animasi kayaknya harus diupload diserver lain, terus dipanggil di sini pake code biasa, img src.

  2. Monday, 6 February 2006 at 7:05 am | #2

    hmm… saya pikir bukan donaturnya saja yang cari aman Pak. Aktivisnya juga sebagian besar begitu, karena nggak banyak yang mau hidup di bawah tekanan represif Orde Baru.

    Banyak sebenarnya CSO (atau NGO) yang hidup sejak Orde Baru. Tetapi banyak di antara mereka tidak di wilayah CO (Community Organizing), melainkan memilih di wilayah CD (Community Development. Dikotomi dua paradigma NGO ini masih jadi perdebatan sampai sekarang.–>

  3. Saturday, 30 June 2007 at 5:42 am | #3

    bung yanuar, ketemu lagi.

    Mungkinkah yang dimaksud dengan ‘organisasi internasional mendorong proses demokratisasi’ adalah memang mereka membantu proses konsolidasi (setelah rezim otoritarian jatuh), bukan proses penjatuhan sebuah rezim otoritarian?

    ‘transisi’ tidak menjelaskan kemana arah selanjutnya (pasti masih ingat ‘kesalahan’ penterjemahan buku O’Donnel Transition from Authoritarian Rule yang diterjemahkan menjadi buku berjudul Transisi Menuju Demokrasi?). Karena itu, lembaga internasional ‘menyerbu’ masuk, pada tahap transisi menuju konsolidasi demokrasi.

    anyway, menarik sekali tulisan bung ini

    salam
    pjv

  4. agus saeful ujab
    Saturday, 9 August 2008 at 4:36 am | #4

    Pak, saya minta tulisan mengenai NGO di Indonesia

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers

%d bloggers like this: