Archive

Archive for the ‘business ethics’ Category

Corporate governance: Towards bonum commune?

Thursday, 19 June 2008 3 comments

Perspective is about bringing together things that seem to have no relation to each other so that they could be more easily understood in a context. It sounds simple. But it helps scrutinising the relationship between noble idea of good governance and hullabaloo of corporate responsibility. Why these two? Firstly, because discourse about good governance today cannot but touch upon the issue of corporate governance. And secondly, because corporate responsibility has become the issue of corporate governance.

It has been admitted that corporations are playing vital role in developments as they create employment, produce goods and services, bring investments and thus economic growth. As no one would disagree that good governance is necessary for development, neither do they contradict the idea that good governance should be applied to corporate world. Even, it flowers a thought that business should be allowed to regulate themselves.

Read more…

Martabat buruh, kinerja modal dan penyelenggaraan publik

Sunday, 13 January 2008 Leave a comment

Oleh Yanuar Nugroho
CSR Review 13 Januari 2008

“Globalisasi produksi kini tengah membentuk kembali lansekap ekonomi internasional. Dengan itu, pengetahuan lama yang mengatakan bahwa negara maju adalah eksportir modal dan teknologi dan negara berkembang sebagai importirnya pelan-pelan harus minggir dan memberikan tempat bagi relasi keduanya yang lebih kompleks… Tren saat ini mempunyai implikasi yang penting bagi pembagian kerja di dunia. Pandangan tradisional bahwa aktivitas produksi yang lebih kompleks dilakukan di Utara dan yang sederhana di Selatan makin tidak mencerminkan realitas. Perusahaan kini melihat bahwa negara berkembang menjadi penting bukan hanya karena buruh murah, tetapi terutama pertumbuhan, ketrampilan dan teknologi.”

Setelah demo masif para buruh menolak revisi UU No. 13/2003 yang sarat dengan pengabaian hak-hak pekerja, pemerintah akhirnya mengambil sikap untuk mengevaluasi pelaksanaan UU tersebut sebelum merevisinya.  Tentu sikap ini disambut baik oleh buruh. Namun, pengusaha menunjukkan gelagat lain: mereka ngotot minta revisi segera dilakukan dengan tetap menggunakan draft yang sudah ditolak tersebut. Alasannya, revisi itu perlu untuk memikat investasi.  Jika saja kita mau sedikit lebih jeli melihat problematika ketenagakerjaan itu, disana ada tegangan mendasar: martabat manusia dan kuasa modal.
Read more…

Commodum toti populo – The benefit is for the whole society

Tuesday, 20 March 2007 8 comments

An Indonesian business magazine, Investor, just interviewed me via email. The interview was about CSR/corporate social responsibility. From the long question list that I reviewed, the magazine seems to be genuinely seeking for more comprehensive understanding about the topic. So, albeit my tight schedule and deadlines for my PhD writing up and preparing a talk among Indonesian students in the UK on ‘privatisation’ this weekend, I spent nearly 90 minutes completing the interview.

Read more…

Tatakelola bisnis: Menuju bonum commune?

Sunday, 25 September 2005 Leave a comment

Media Indonesia, 25 September 2005
Yanuar Nugroho
Direktur Eksekutif, The Business Watch Indonesia

Perspektif membantu kita memahami hal-hal yang nampaknya tak berkaitan, atau sebaliknya mempertanyakan hubungan sesuatu yang nampaknya jelas dan sudah diterima luas. Misalnya, gagasan mulia good governance (tatakelola yang baik) dan corporate social responsibility (CSR, tanggung jawab sosial korporasi).

Mengapa dua hal ini? Pertama, karena menggagas tatakelola tidak bisa tidak menyentuh tatakelola korporasi dan bisnis. Dan kedua, karena CSR nampaknya sedang menjadi pusat perhatian dalam tatakelola korporasi dan bisnis.

Read more…

Dilema Tanggung Jawab Korporasi

Tuesday, 23 August 2005 1 comment

Media Indonesia – OPINI – 23 Agustus 2005

Yanuar Nugroho

SESUDAH berbagai gebrakan melawan korupsi, kabinet SBY-JK tampaknya kini mencecar tanggung jawab korporasi. Menindaklanjuti hasil Program Penilaian Peringkat Perusahaan (Proper) 2005 yang dilansir awal bulan ini, KLH sudah mengeluarkan ancaman dini. Ia akan menggugat perusahaan berperingkat hitam dengan dakwaan pencemaran lingkungan (Media Indonesia, 9/8). Read more…

Akuntabilitas

Friday, 5 November 2004 Leave a comment

TEROPONG – Mingguan Hidup, November 2004

Yanuar Nugroho

Sampai hari ini, masih ramai soal Teluk Buyat. Konon kabarnya, dari tambang emas yang dikelola oleh PT. Newmont Minahasa Raya itu, dibuang ke laut lebih dari 2.000 ton tailing atau limbah tambang yang mengandung logam berat setiap harinya. Akibatnya, lebih dari 100 warga Buyat, Ratatotok, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, menderita penyakit Minamata, yaitu kerusakan saraf. Mereka menderita gatal-gatal dan kejang pada tubuh, kemudian muncul benjolan. Benjolan yang muncul dalam banyak varian pada sejumlah penderita, yakni di tangan, kaki, tengkuk, pantat, kepala atau payudara ini diduga sebagai akibat kontaminasi logam berat arsen dan merkuri yang mencemari Teluk Buyat dari PT NMR .

Read more…

Fear and loathing of agrarian modernization

Monday, 27 October 2003 Leave a comment

The Jakarta Post, 27 October 2003 : opinion & editorial

Yanuar Nugroho

During the international trade talks last month in Cancun, Mexico, South Korean leader of its farmers’ and fishers’ union, Lee Kyung-hae, 54, stabbed himself at a violent protest. The former lawmaker, who later died, had earlier climbed a high security fence and waved a banner that read “WTO kills farmers”.

With regard to the controversy upon his death, he may have been correct in addressing that concern.

Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers